Ayra Vandella

Welcome to my carrd! Please kindly tap any button to know me.


© Untitled. All rights reserved.

It's just about Ayra.

Full Name: Ayra Vandella
Nick Name: Ayra
POB: Bandung
DOB: July 7, 1999
Blood Type: A
Ethnicity: Indonesia
Raised In: Bandung
Sexual Orientation: Straight
Occupation: Baby Sitter
Height: 163cm
Weight: 45 kg
MBTI: INFJ-T

LikeDislike
MangoGuava
RedYellow
GlassesEye-lens
JeansHot Pants
RainDry
Long hairShort hair
Lip cream matteLip tint
BabiesLoud boys
Games & NovelMath & Science

Read it slowly but sure!

Let's know her better!

✓ Kadang dia bisa jadi sedikit marah kalau sudah di depan komputer dan bermain game.
✓ Tapi bisa luluh hanya karena melihat anak kecil.
✓ Sedikit kasar ketika dia sudah berada dalam game. Lebih parah lagi saat dia bermain bersama gengnya.
✓ Saat dirinya sudah bosan, Ayra akan mencari kegiatan lain seperti memasak, menonton film, atau mungkin bermain ke rumah tetangga yang memiliki anak kecil untuk diajaknya bermain.
✓ Meskipun dia adalah gamer yang tak kenal waktu, Ayra masih sempat menjaga tubuhnya agar tetap bersih.
✓ Kesan pertama yang muncul pada orang lain adalah mungkin dia terlihat galak tapi sebenarnya ia adalah sosok yang penuh dengan keseruan.

Choi Ye Na

Profile

Name: Choi Yena (최예나)
Birthdate: September 29, 1999
Height: 163cm
Weight: 45kg
Blood Type: A
Hobbies: Games, watching movies alone
Specialties: Lip skills

Trivia

She is the younger sister of SPEED's Sungmin.She trained for three years and five months prior to her appearance on Produce 48.

Merasa dibuang, tidak berkembang dengan baik. Itulah yang dirasakan Ayra. Semuanya begitu sunyi. Pekerjaan mengambil semua kebahagiaan yang seharusnya dimiliki oleh gadis kecil dan manis seperti Ayra.

Kedua orangtuanya begitu sibuk mengisi tabungannya di bank. Padahal isinya sudah mencukupi kebutuhan di rumah. Namun sang ayah tetap ingin lebih. Ayahnya yang seorang pebisnis disuatu perusahaan maskapai pesawat suka menghadiahi kedua anaknya dengan barang mewah. Ya, ia hanya suka menghadiahi bukan mengurusi. Tapi Ayra mengerti. Mungkin sang ayah sulit untuk memilih antara pekerjaan dan keluarga.

Ayra dan kakaknya, Regan, terpaksa harus diurus oleh baby sitter. Ibunya yang tidak bisa pergi jauh dari sang suami memutuskan untuk ikut kemana pun ia pergi. Kadang mereka akan kembali dalam 2 minggu dan menurut Ayra itu sangatlah lama. Anak kecil mana yang mau ditinggal oleh orangtuanya selama 2 minggu?

Selama orangtuanya pergi, Ayra selalu mencari kegiatan yang menyurutnya menyenangkan seperti memberi makan kuda di peternakan tetangga atau bermain masak-masakan dengan sang baby sitter atau bahkan dengan Regan.

Di siang yang cerah itu, Ayra merasa bosan dan tidak tahu harus apa. Tugas sekolah sudah ia selesaikan dengan semaksimal mungkin, gadis itu juga tidak ragu dengan kemampuan berpikirnya. Acara televisi pada jam saat itu masih dihujani dengan berbagai acara drama seperti sinetron percintaan maupun rohani, tentu saja gadis kecil itu tidak tertarik.

Akhirnya ia memutuskan untuk turun ke dapur, apakah ia bisa menemani sang asisten rumah tangga untuk memasak dan diajak berbincang atau tidak. Namun ternyata, pekerjaan sudah selesai. Makanan sudah disajikan dengan rapi diatas meja. Ia kecewa.

Lalu gadis itu pergi menuju rumah tetangganya yang kebetulan sedang ada dirumah. Ia pun bermain disana. Sang anak dari si pemilik rumah, mengajak Ayra ke tempat yang tidak pernah terlintas dibenaknya untuk masuk kesana karena terdapat banyak asap rokok serta penghuninya terlihat kasar. Tempat itu adalah warnet atau warung internet. Dimana kau bisa mengakses internet dengan kecepatan yang diatas rata-rata lalu membayar tarif sesuai dengan pilihan waktu yang sudah ditentukan.

Merasa tidak punya pilihan lain, Ayra pun mengiyakan ajakan si anak tersebut. Tak cukup lama baginya untuk menikmati permainan yang sedang dimainkan oleh temannya, akhirnya Ayra juga ikut serta dalam game online yang penuh dengan tantangan.

Awalnya, ia pikir itu akan terasa sulit, namun ternyata otaknya masih bisa mencerna dengan baik strategi-strategi yang harus ia mainkan. Dirinya merasa bangga karena telah mengalahkan musuh dalam permainan yang pertama.

Merasa belum puas, Ayra bermain disana selama berjam-jam. Sang baby sitter kewalahan mencari Ayra. Ia panik karena tidak bisa menemukan Ayra. Sang kakak, Regan, membantu para asisten rumah tangganya ke rumah tetangga terdekat. Sampai akhirnya, mereka menemukan si bungsu di tempat yang dirasa tidak cocok untuk anak gadis kaya bermain disana.

S.O.O.N

S.O.O.N

S.O.O.N